Senin, 21 Juli 2008

MOS Humanis,Siswa SMA Kunjungi Gesang

Kemlayan. 18 Juli 2008, jam 0-9.00 – 10.00. Masa Orientasi Studi [MOS] siswa kelas 1 tidak hanya berlangsung di dalam sekolah. Mereka juga pengin keluar untuk mengenal lingkungan. Sekitar 15an siswa perwakilan peserta MOS didampingi Pengurus OSIS SMA Negeri 3 Solo berkunjung ke rumah mbah Gesang, tokoh keroncong yang tinggal di Kemlayan.

Kehadiran mereka bertujuan ingin bersilaturahmi dan membezuk mbah Gesang yang dikabarkan sedang sakit. Mereka ingin berdoa memohon kesembuhan dan ingin mengenal langsung tokoh Solo berkelas internasional yang selama ini hanya kenal via media.

Sisi lain juga bermisi ingin menumbuhkan kasih sayang, kepekaan sosial, humanis, meneladani tokoh. Aksi ini dicetuskan Presiden Republik Aeng Aeng dengan harapan menjadi edukasi alternatif di luar bangku sekolah.

Photobucket

Liputan Harian Kompas Jawa Tengah, Sabtu, 19 Juli 2008.

Photobucket

Liputan Harian Suara Merdeka, Sabtu, 19 Juli 2008

”Pindahan Kantor Kelurahan Gaya Karnaval”

Photobucket

Kamis, 17 Juli 2008, jam 09.00 – 13.00 di Kadipiro. Mendampingi Pemerintah Kelurahan Kadipiro pindah kantor. Karnaval 45 gerobak sampah berhias untuk usung-usung perabot kantor, berjalan kaki berjarak l km.

Karnaval menarik perhatian publik karena unik. Sebagai cucuk lampah aksi kelompok jaran kepang Seniman Ngipang dengan tetabuhan gamelan. Tim penggerak PKK, Linmas ikut kirab dengan menenteng dan mengacung-acungkan piala kemenangan koleksi kelurahan.

”MOS Edukatif, Siswa SMA Peduli Taman Kota dan Cabuti Paku Liar di Pepohonan”

Rabu, 16 Juli 2008, jam 10.00 – 11.30 di Komplek Stadion Manahan Solo. Mendampingi Pengurus OSIS SMA St Yosef yang sedang melaksanakan Masa Orientasi Studi bagi siswa kelas 1. Mereka sekitar 250an siswa terjun ke komplek stadion Manahan Solo untuk merawat taman kota dengan mencabuti rumput liar, mengais sampah dan mencabuti paku yang menancap di badan pohon bekas pemasangan media promosi.

Tema aksi Go Green. Misi aksi untuk mengasah kepekaan sosial mereka, sekaligus bukti bahwa ABG kita tidak cuek dengan asset taman kota. Sisi lain ingin menanamkan kesadaran perlunya gotong royong diantara mereka.

Photobucket

Liputan media : Harian Seputar Indonesia, Kamis 17 Juli 2008.

”Hormat PKL, Pasang Banner Salut PKL ALUT”

Senin, 14 Juli 2008, jam 09.00 di Alun-Alun Utara Surkarta. Mengapresiasi kepindahan puluhan PKL ke tempat yang telah disiapkan Pemerintah Kota Surakarta, bersama Forum Masyarakat Pasar Kliwon memasang banner berteks: Salut PKL ALUT. Banner ukuran panjang 4 meter cetak digital terpajang di pagar alun-alun uta

Kamis, 17 Juli 2008

Cyber-Revolution di Trotoir Solo : Uji Coba Browsing Internet @ City Walk Solo

Sabtu, 12 Juli 2008, Jam 18.00 – 24.00. Kawasan Srawung Warga/City Walk, Solo. Visi menjadikan Solo sebagai cyber city tahun 2010 telah dimulai letupan revolusinya di kawasan pedestrian, City Walk Solo, 12 Juli 2008. Malam itu telah dilakukan uji coba akses Internet tanpa kabel yang difasilitasi oleh Speedy Solo, bekerjasama dengan Solo IT Expo 2008, Apkomindo Surakarta, Pemkot Solo, harian Solopos, dan diorganisasikan oleh Republik Aeng Aeng.

Sekitar 50 peserta telah hadir. Ada yang lesehan, menumpang pada becak yang parkir, atau duduk di sekitar kedai hik yang disediakan panitia. Hik dan hotspot, menjadi tema gathering informal itu, paduan antara mengganyang jadah bakar, menyeruput wedang jahe, sambil mengembara di dunia maya. “Syukurlah, acara berlangsung lancar,” kata Dwi Haryanto dari Telkom Solo.

Kelancaran acara malam itu menjadi modal untuk perhelatan yang sebenarnya, nanti pada tanggal 30 Juli 2008. Yaitu acara bertajuk Aksi Cetak Rekor MURI Gaya Solo : Browsing Internet @ City Walk. Berhadiah 2 laptop dan ratusan hadiah lainnya. Pada tanggal yang sama oleh Republik Aeng Aeng akan diluncurkan proklamasi penetapan tanggal 30 Juli sebagai Solo Cyberholic Day. Liputan fotonya sebagai berikut :

Photobucket

Mimpi dan virus. Mayor Haristanto sedang menceritakan mimpinya untuk menyebarkan virus manfaat Internet sebagai tulang punggung kemajuan Solo di masa depan. Ia sedang diwawancarai reporter TATV Solo.

Photobucket

Mencari rumah dari peta satelit. Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudiyatmo, menyempatkan hadir di tengah para netter Solo. Nampak Dwi Haryanto (kiri) sedang menjelajahi situs Google Earth guna menemukan lokasi rumah Pak Rudy di daerah Pucangsawit. Berjas putih adalah Handoko, Ketua Apkomindo Surakarta. Penjelajahan situs Google Earth itu atas permintaan seorang blogger, pengelola situs Republik Aeng Aeng dan Mimpi Solo Cyber City, Bambang Haryanto (kaos merah).

Photobucket

Hik dan hotspot. Bambang Haryanto dan keponakannya, Lintang Rembulan (Ketua OSIS SMA St Yosef) asyik di depan laptop masing-masing. Sempat muncul guyon, bahwa mereka saat itu saling berdekatan dan meminum wedang jahe dari kedai hik yang sama, tetapi urusan di dunia maya tidaklah sama antara mereka berdua. Sejarawan dan pustakawan dari Library of Congress Daniel Boorstin pernah bilang, teknologi senantiasa mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Anda setuju ?

Photobucket

Becak dunia maya. Mimpi mustahil : bisakah suatu saat kelak becak Solo dilengkapi dengan laptop untuk digunakan penumpangnya ? Dua orang sopir becak sedang memperoleh kursus kilat tentang internet dari netter Solo yang guru SD Al Azhar Syifa Budi.

Photobucket

Generasi balita melek teknologi informasi. Pemandangan yang menyiratkan optimisme, sebagaimana nabi media digital Nicholas Negroponte dari MIT menuliskannya secara bernas dan indah dalam bukunya Being Digital yang terkenal itu. Ia percaya bahwa masa depan era digital itu akan memberikan kesejahteraan bagi umat manusia dan tulang punggungnya adalah anak-anak muda. Nampak si upik nampak nyaman dalam dekapan sang ibu di depan laptopnya. Si upik itulah di masa depan merupakan pemegang amanah bahwa era digital akan membawa kemaslahatan bersama.

Photobucket

Liputan media. Lembaran Suara Solo dari harian Suara Merdeka (14/7/2008) telah menempatkan acara uji coba 12/7/08 tersebut pada halaman pertama. Liputan ini berperan penting untuk membangkitkan kesadaran dan memberikan edukasi secara meluas kepada masyarakat Solo mengenai manfaat Internet bagi kehidupan mereka.

Sampai jumpa, tanggal 30 Juli 2008 mendatang !


Liputan oleh : Bambang Haryanto dibantu Mayor Haristanto, Ayu Permata Pekerti, Lintang Rembulan dan Nani Mayor.


raa

Memperingati Sewindu Hari Suporter Nasional 12 Juli

Sabtu, 12 Juli 2008, Jam 09.30-11.00, Perempatan Gladag Solo. Menyikapi kondisi persepakbolaan Indonesia yang dilanda krisis dan karut marut pengelolaannya, pencinta sepakbola dari Solo melakukan demo topo mbisu di perempatan Gladag Solo. Demo damai tersebut mengambil momentum peringatan sewindu ikrar suporter sepakbola Indonesia yang pada tanggal 12 Juli 2000 di kantor Tabloid BOLA, Jakarta, menyepakati tanggal 12 Juli sebagai hari Suporter Nasional. Mereka menyatakan sikap untuk tidak menonton pertandingan-pertandingan sepakbola Indonesia.

Photobucket

Fihak yang terlibat antara lain Mayor Haristanto yang pentolan suporter Indonesia, Bambang Haryanto sebagai pencetus Haris Suporter Nasional 12 Juli 2000 yang tercatat di MURI, Is Ariyanto, Agus dan personil komunitas OI Bento House lainnya, juga Ari, relawan dari Nayu.

Photobucket

Photobucket

Poster yang diusung mengkritisi perilaku suporter sepakbola Indonesia yang kronis dilanda penyakit cadok (myopia), yang menomorsatukan fanatisme kedaerahan yang sempit sekaligus tidak kritis terhadap pengelolaan sepakbola nasional dibawah cengkeraman tokoh yang dipenjara karena kasus korupsi.

Akibatnya, suporter Indonesia akhirnya ibarat bernasib seperti perilaku kerbau dicocok hidung, sebagai useful idiot, kumpulan massa yang tidak memiliki nalar kritis dan independen. Mereka hanya menjadi tukang dukung tokoh-tokoh sepakbola lokal yang pada kondisi tertentu “menyuapi” pentolan-pentolan suporter tersebut terkait aktivitas pengerahan massa yang digiring demi kepentingan-kepentingan di luar sepakbola.

Bahasan lebih lanjut di : Suporter Indonesia

raa

Senin, 07 Juli 2008

”Panggung Musik di atas Atap Hotel”

Sabtu, 5 Juli 2008, jam 20.00 – 23.00 di Hotel Sahid Jaya Solo. Mayor Haristanto telah mendampingi manajemen Hotel Sahid Jaya Solo untuk merebut Rekor Muri.

Gelaran menyambut ultah hotel dengan menggelar Pangung Musik diatas atap hotel bertajuk Music on The Sky berlangsung marak dan unik. Panggung bertinggi 11 meter dan l5 meter berdiri di atas kanopi beton.

”Unjuk Rasa Antinarkoba”

Photobucket

Kamis, 26 Juni 2008, jam 09.00 – 10.00 di Bunderan Gladag Solo. Sambut Hari Anti Narkoba Internasional [HANI] 26 Juni 2008, bersama-sama siswa SMA St Yosef Solo turun jalan berunjuk rasa.

Bersama 4 awak membentangkan 6 poster besar dan bagi-bagi selebaran. Poster berteks al Hidup Sehat Tanpa Narkoba, Coba-coba Narkoba Hidup Sengsara, Buenci Narkoba dll.

Ending aksi ditutup dengan teatrikal membenci narkoba dengan menendangi, menginjak-injak replika narkoba. Tujuan aksi untuk mengingatkan dan menyadarkan publik untuk tidak menyalahgunakan barang haram bernama narkoba.

“Coblosan Pilgub Bergaya Semar dan Piala Eropa”

Photobucket

Minggu, 22 Juni 2008, jam 10.00 – 11.00 di Kadipiro Solo. Coblosan Pilgub Jateng tidak harus dengan ketegangan. Cara menghibur, lucu, edukatuf dan unik digelar di TPS 61 Tanggulsari, Kadipiro, Solo. Sekitar 15an warga, diantaranya 10 anak dirias wajah tokoh Semar. Semar dipilih meniru maskot Pilgub Jateng yakni Semar.

Photobucket

Photobucket

Lebih unik lagi kostum mereka mengenakan kaos seragam negara-negara peserta Piala Eropa, seperti Jerman, Portugal, Spanyol, namun ada juga yang berkaos Brazil karena koleksi kaos terbatas.

Coblosan berlangsung marak, meriah dihadiri Walikota, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Kejaksaan, Ketua KPU dan tamu lainnya. Pencoblos juga membawa aneka poster tangan, al berteks Menang ora Umuk, Kalah ora Ngamuk, Pilgub Fair Play, Siap Menang Siap Kalah, BBM Naik Tetap Nyoblos, Demokrasi itu Indah dll.

“Kenduri dan Unjuk Doa Pilgub Damai”

Selasa, 17 Juni 2008, jam 08.00 – 09.00 di SD Negeri Sekip 2 Solo. Sekitar 200an siswa SD Negeri Sekip 2 melek politik. Mereka menggelar kenduri dan unjuk doa memohon semoga Pilgub Jateng yang digelar 22 Juni 2008 berlangsung marak, lancar, aman tanpa ada amuk masa.

Kenduri dengan memanfaatkan kado silang antarmereka dengan membawa aneka makanan kering. Doa dipandu guru agama mereka. Kendurian dimaksudkan untuk menanamkan eduaksi di luar kelas untuk mengasah kepekaan dan rasa peduli anak sejak usia dini.

”Peluncuran Kereta Api Antigolput”

Kamis, 12 Juni 2008, jam 09.00 – 09.30 di Loji Gandrung Solo. Walikota Surakarta, KPU Kota Surakarta bersama pelajar SMA Negeri 7 Solo meluncurkan kereta api anti Golput. Kereta api pengumpan jurusan Wonogiri-Solo PP berbaner besar berteks: Demokrasi itu Indah, Ayo Jangan Golput!.

Photobucket

Photobucket

Misi untuk mengkampanyekan partisipasi masyarakat untuk ikut aktif coblosan di tengah isue merebaknya golput. Dukungan materi dari KPU Surakarta. Upacara ditandai dengan pengibasan bendera start.

”Ulang Tahun TK-Playgroup di Pasar Kembang”

Photobucket

Jumat, 6 Juni 2008, Jam 08.00 – 09.00 di Pasar Kembang Solo. Banyak cara memilih tempat untuk ulang tahun. TK-Playgroup Primagama memilih Pasar Kembang untuk berbagi kegembiraan.

Dengan bekal kue tar mereka bernyanyi dan membagi potongan kue tar untuk para pedagang pasar. Pilihan lokasi dimaksudkan untuk lebih dekat mengenal lingkungan pasar, sekaligus dapat bersilaturahmi dengan pedagang Pasar Kembang. Peserta hadir dengan mencarter 2 bis. Peserta sekitar 70an siswa.

”Pilgub Ramah Lingkungan, Kampanye Anti Paku di Pohon”

Photobucket

Kamis, 5 Juni 2008, jam 11,00 – 12.00 di Gladag Solo. Menerjunkan 3 Relawan menyuarakan gerakan untuk menangkal tim kampanye Cagub-Cawagub Jateng yang kadang ‘ngawur’ menancapkan media kampanye di pohon.

Selain membentangkan poster, penyebaran selebaran, mereka juga mengenakan topi daur ulang, tempelan dedaunan sebagai wujud ikut menandai peringatan hari lingkungan hidup sedunia 5 Juni 2008, sekaligus hari pertama kampanye Pilgub Jateng yang akan digelar 22 Juni 2008.

Teks poster: Kampanye Pilgub Jateng Ramah Lingkungan, Jangan Main Paku di Pohon!

”Sambut Hari Lingkungan Hidup, Anak SD Merawat Taman Kota”

Photobucket

Rabu, 4 Juni 2008, jam 08.00 – 10.00 di Taman Kota Manahan Solo. Sekitar 50an siswa kelas 6 SD Kristen Manahan Solo menyerbu taman kota di depan sekolah mereka. Mereka membersihkan rumput liar, mengais daun-daun kering, juga menyirami air.

Mereka ingin merawat taman kota untuk ikut memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Misi ingin menanamkan edukasi alternatif, melatih kepekaan dan ketrampilan siswa.

“Kampanye Pesan Moral bagi Lansia”

Minggu, 1 Juni 2008, Jam 06.00 – 09.00 di Kadipiro Solo. Menyemarakkan jalan sehat yang digelar para Lansia Kadipiro, menyertakan puluhan poster besar ukuran 1 x 1,2 m dengan berbagai teks, al Hidup Bersih Hidup Sehat, Jangan Lupa Sholat, Jangan Lupa Bayar PBB, Hemat BBM-Hemat Listrik, Banyak Senyum Banyak Rejeki, Harga Naik, Kerja Bhakti Jalan Terus dll. Jalan sehat diikuti ribuan peserta.

“Empati dari Solo: Lilin Terang 2 Tahun Bencana Lumpur Lapindo,”

Rabu, 28 Mei 2008, jam 19.00 – 21.00 di Tugu Monumen Kebangkitan Nasional Solo. Bersama puluhan anak muda menggelar ritual penyalaan lilin dan obor memperingati 2 tahun bencana lumpur Lapindo yang jatuh 29 Mei 2008.

Atraksi gitar tunggal, pembacaan puisi dan perenungan. Peserta yang terlibat al Mahasiswa STIE Surakarta, OI Bento House, Opick mahasiswa UNS dan relawan Republik Aeng Aeng.

”Pesta Rakyat - Aksi Kolosal 2008 Ibu dan Anak Masak Bihun Kedelai”

Photobucket

Minggu, 25 Mei 2008, jam 06.00 – 12.00 di Stadion Manahan Solo. Bersama sekitar 2100 Ibu dan anak secara bersama-sama memasak bihun kedelai produk Superior. Aksi dimaksudkan untuk mensosialisasikan bihun berbahan dasar kedelai.

Sisi lain juga ingin menghibur publik Solo dengan sajian musik Jikustik, Rini Idol, MC Ruben Onsu, pakar kuliner Rudy Choirudin sebagai juri utama lomba masak.

Penyelenggara adalah USDA [Departemen Pertanian Amerika Serikat], IRD [International Relief and Development] sebuah LSM Amerika Serikat dan PT Tiga Pilar Sejahtera. Acara dicatat Rekor Muri kategori Memasak dengan peserta terbanyak menumbangkan rekor sebelumnya.

”Bersama Pak Becak, Gelar Nonbar Final Uber Cup”

Sabtu, 17 Mei 2008, jam 18.00 – 21.00 di City Walk Solo. Menghibur puluhan tukang becak yang mangkal di kawasan pejalan kaki, bersama STIES menggelar layar lebar nonton bareng perjuangan tim uber Indonesia melawan China. Tujuan menghibur sekaligus menyemangati tim Indonesia. Sayang tim Indonesia kalah kelas.

“Dukungan Tim Thomas-Uber : Bangkit Indonesia!, Indonesia Juara!”

Photobucket

Sabtu, 10 Mei 2008, jam 08,30 – 09.30 di Tugu Monumen Kebangkitan Nasional Solo. Bersama seratusan siswa SD Negeri Bumi Solo menggelar dukungan untuk Taufik Hidayat dkk yang akan melakoni tanding perebutan Piala Thomas dan Uber.

Mereka membawa poster besar, juga membawa raket dan puluhan piala. Tujuan utama mendukung dan mendoakan agar tim Indonesia suskses merebut Thomas dan Uber Cup. Teks poster: Bangkit Indonesia! Indonesia Juara.

”Anak SD Belajar Pendidikan Agama di Makam”

Rabu, 7 Mei 2008, jam 08.30 – 09.30 di Makam Bonoloyo, Solo. Belajar boleh dimana saja, termasuk di makam. 50an siswa SD Negeri Kadipiro Solo kunjungi makam yang berjarak sekitar 200an meter dari sekolah. Mereka secara seksama belajar arti hidup dan mati dipandu guru agama mereka.

Selain mengamati makam, mereka juga berkesempatan melihat secara langsung pembuatan liang kubur. Mati adalah takdir Tuhan, dengan berharap sisa hidup manusia hendaknya dipergunakan untuk hal-hal yang baik.

”Support Indonesia : 100 Anak SD Arak Obor Thomas dan Uber Cup”

Photobucket

Sabtu, 3 Mei 2008, jam 08.30 – 09.30 di Stadion Manahan Solo. Indonesia Jaya, Indonesia Juara, itulah yel-yel penyemangat mereka. Terinspirasi arakan obor Olimpiade yang melewati Jakarta, sekitar 100an siswa SD Pangudi Luhur 3 Solo tak mau ketinggalan momen.

Dengan membawa obor, puluhan raket, bahkan dengan aneka topi lucu, mereka menggelar upacara dukungan untuk Taufik Hidayat dkk.

Mereka sangat berharap Piala Thomas dan Uber pulang ke Indonesia, Jargon mereka unik: Tangkap Thomas Cup, Uber-uber Piala Uber!.

”Anak Pra TK Kartininan di Pematang Sawah”

Senin, 28 April 2008, jam 08.30 – 09.30 di Sawah Kadipiro, Solo. Tigapuluhan siswa Pendidikan Anak Usia Dini [PAUD] Sekar Mekar Kadipiro Solo merayakan peringatan Hari Kartini di tempat yang tidak biasa.

Dengan mengenakan aneka pakaian adat, mereka merayakan dengan berjalan-jalan di pematang sawah dengan bernyanyi-nyanyi.

Tujuan utama mereka untuk mengenal lebih dekat lingkungan sawah, mencari udara segar dan bukti bahwa mereka ingin ramah lingkungan, sekaligus memperingati Hari Bumi 22 April 2008.

”Anak SD Belajar Tertib Lalu Lintas di Pengadilan”

Kamis, 24 April 2008, jam 09.00 – 10.30 di Pengadilan Negeri Surakarta. Sekitar 50 siswa kelas 4 dan 5 SD Negeri Yosodipuro kunjungi Pengadilan Negeri Surakarta untuk menimba ilmu.

Mereka beriritan berjalan kaki menuju pengadilan untuk melihat secara langsung proses persidangan Tipikor [Tindak Pidana Ringan] yang al mengadili para pelanggar lalu lintas.

Setelah melihat, mereka berkesempatan bertanya jawab dengan Hakim perihal hukum dan aturan tertib lalu lintas.

”Anak-anak TK-SD Kunjungi Kantor Kartini Masa Kini”

Senin, 21 April 2008, jam 08.00 – 09.30 di Kantor Kelurahan Kadipiro, Solo. Seratusan siswa SD Negeri Sekip 2, SD Negeri Joglo dan PAUD Sekar Mekar Kadipiro berkunjung ke kantor kelurahan Kadipiro.

Mereka menemui Ibu Lurah Kadipiro sebagai perwujutan Kartini masa kini. Misi memberi ucapan selamat, sekaligus ingin mengenal lebih dekat dengan lingkungan dan kenal profesi seseorang. Acara antara lain juga diisi spontanitas anak-anak dengan bernyanyi.

”Kartininan Gaya Lansia dan PKK Kadipiro”

Minggu, 20 April 2008, jam 09.00 – 11.00 di Teater Terbuka Bale Kambang Solo. Sekitar 150an ibu-ibu, terutama lansia hadir mengikuti perayaan Hari Kartini.

Sebagian besar berkebaya bak Kartini tempo doeloe. Aneka atraksi spontanitas, permainan anak-anak, termasuk peragaan busana. Upacara diawali dengan nyanyi bersama lagu Ibu Kartini, Mars PKK.

”Partisipan Solo Batik Carnival”

Photobucket

Minggu, 13 April 2008, jam l4.00 – 18.00 di Jalan Slamet Riyadi Solo. Bersama 6 siswa SMA St Yosef, 11 siswi SMK Marganingsih ikut berperan sebagai peserta karnaval. Nampak seniman Guruh Soekarnoputra di etngah peserta karnaval. Paling kanan, Lintang Rembulan.

Mayor Haristanto memerankan sebagai ’Satria Murka’ menyusuri jalan Slamet Riyadi sepanjang 4,2 km dengan busana gaya satria, berperisai dan membentangkan banner berteks ’we come from this country, we fight for this country’.

“Peringati Hari Kesehatan, Pesta Nasi Gudangan Gaya Anak”

Photobucket
Jumat, 11 April 2008, jam 08.00 - 09.30 di TK/Play Group Primagama Solo. Pesta tidak harus identik dengan kue tar. Sekitar 70an siswa TK/Playgroup Primagama merayakan Hari Kesehatan dengan cara yang tidak biasa.

Mereka berpesta menikmati lezatnya masakan nasi gudangan, berikut irisan telur. Maksud utama untuk mengenalkan kembali makasan tradisi yang sebagian besar anak sudah melupakan. Sisi lain bahwa nasi gudangan adalah menu yang kaya gizi dan sehat,

”Simulasi Enerji Alternatif Bagi Ibu Rumah Tangga”

Jumat, 28 Maret 2008, jam 08.00 - 10.00 di Kadipiro, Solo. Krisis minyak tanah menggelisahkan para ibu rumah tangga. Sekitar 10an warga Kadipiro mencoba praktek memasak tanpa minyak tanah. Mereka mencoba mengantisipasi bila minyak tanah mahal atau gas elpiji yang belum jelas keberadaannya.

Dengan memanfaatkan kayu bakar, jerami, gergajian juga sekam untuk bahan bakar masak. Aneka masakan mulai memasak singkong, ketela, tempe, kerupuk. Akhir prosesi dikunjungi sekitar 40an siswa SD Negeri Sekip 2 Kadipiro untuk melihat lebih dekat aktivitas para ibu untuk belajar mengenal enerji alternatif.

”Apresiasi Seni Keramik , Anak SD Kunjungi ISI”

Jumat, 14 Maret 2008, jam 08.00 – 10.00 di Kampus ISI Kentingan Solo. Tujuhpuluhan siswa SD Negeri Tugu, Jebres kunjungi kampus ISI menyaksikan pameran keramik karya Aries BM, Dosen ISI. Mereka ingin kenal seni keramik sebagai media apresiasi seni.

Mereka berjalan sekitar 500 m dari sekolah mereka sebagai bentuk belajar di luar bangku sekolah. Beruntung mereka dapat bertemu langsung dengan pencipta keramik. Sepulang mereka mendapatkan oleh-oleh segumpal tanah liat untuk bahan praktek membuat keramik di sekolah.

“Pameran Pamitan Kartun Solo”

Selasa. 11 Maret 2008, jam l2.00 – 14.00 di City Walk Sriwedari Solo. Beberapa kartunis Solo yang tergabung dalam Sloki hadir di kawasan pejalan kaki city walk di komplek Sriwedari.

Mereka berpameran selama dua jam sebagai bentuk pamitan untuk menuju Bali. Di Bali mereka menjadi peserta Pameran Kartun Indonesia yang akan digelar mulai l3 Maret. Misi lain ingin menghibur publik.

”Aksi Kolosal Gotong Royong Tanam Pohon Langka”


Photobucket

Jumat, 7 Maret 2008, jam 08.00 – 10.00 di Taman Balekambang.
Tigapuluhan orang secara gotong royong menancapkan pohon langka berukuran besar bernama Kunto Bimo. Tinggi sekitar 15 meter, lebar 6 m dengan diameter batang 30 cm. Aksi ini menandai Temu Alumni dan Munas Ikatan Alumni FH Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Sebelumnya acara dimeriahkan dengan mencoba naik perahu di kolam Balekambang partisipasi SAR UNS. Hadir Dekan FH UNS, Alumni juga Wakil Walikota Surakarta. Pohon langka lain al Mojo Beruk, Prono Jiwo, Apel Bludru, Serut Kangean.

”Peduli Petani, Empati buat Basse dan Bahir”

Selasa, 4 Maret 2008, jam 08.00 – 09.30 di Sawah Kadipiro Solo. Kematian Ibu Basse dan anaknya Bahir karena kelaparan mengundang keprihatinan anak-anak SD Negeri Sekip 2 Solo. Mereka dengan membawa memedi sawah karya mereka menuju sawah selain untuk unjuk keprihatinan, juga membantu pak Tani mengusir burung-burung pemakan padi dengan menancapkan orang-orangan memedi sawah.

Misi mengasah kepekaan sosial anak, empati, kasih sayang, solidaritas sekaligus belajar di luar kelas dengan memanfaatkan barang bekas.

”Empati untuk Pak Tani, anak SD Praktek Prakarya Memedi Sawah”

Jumat, 22 Pebruari 2008, jam 07.30 – 10.00 di Kadipiro, Solo. Sembilanpuluhan siswa SD Negeri Sekip 2 Kadipiro Solo, kelas 4 dan 5 praktek membuat prakarya Memedi Sawah. Berbahan barang-barang bekas mereke secara berkelompok merancang dan mewujudkan ’orang-orangan’ yang akan disum-bangkan kepada Pak Tani di sawah Kadipiro.

Misi ingin membantu para petani untuk mengusir burung-burung pemakan padi yang siap panen. Misi lain ingin belajar memanfaatkan barang bekas, melatih kepedulian siswa, sekaligus bermain.

”Ultah Kota, Pasar Kembang Bersolek”

Minggu, 17 Pebruari 2008, jam 07.00 – 11.00 di Pasar Kembang Solo. Merayakan hari ultah Kota Solo 17 Pebruari 2008, seratusan pedagang Pasar Kembang yang didominasi para wanita Lansia berdandan, bersolek, bersanggul, berrias diri.

Mereka dirias oleh tangan-tangan halus dari LauraPro dan siswi SMK Marsudirini Marganingsih Solo.

Misi mensyukuri nikmat hidup di kota Solo. Mereka juga mengenakan baju kebaya tempo doeloe ’kutu baru’, juga kain batik layaknya akan menghadiri pesta pernikahan. Acara ditutup dengan kendurian dan unjuk doa yang dipandu Mas Qoyim, juga dihibur puluhan warga OI. Nasi kenduri dibagi rata habis kepada peserta dan publik pasar. Tumpeng iuran gotong-royong pedagang pasar.

”Ultah Kota, ABG Pamer Busana di Stasiun Kereta Api”

Sabtu, 16 Pebruari 2008, jam 09.00 – 11.00 di Stasiun Purwosari Solo. Merayakan ulang tahun ke-263 Kota Solo, 20an perancang dan peraga busana SMK Marsudirini terjun ke Stasiun Purwosari Solo.

Mereka berlenggak-lenggok di tepian rel kereta api untuk uji nyali, belajar percaya diri dan agar tidak kuper. Misi lain untuk kado indah ulang tahun kota dan menghibur publik stasiun. Sebelumnya digelar tari modern.

”Ultah Kota, Sepakbola Kolosal 222 pemain, 50 Bola Tanpa Wasit”

Jumat, 15 Pebruari 2008, jam 08.00 – 10.00 di Stadion Manahan Solo. Merayakan ulang tahun ke-263 kota Solo 17 Pebruari 2008 dan Dasa Warsa Stadion Manahan 21 Pebruari 2008 menyelenggarakan Sepakbola Kolosal. Menandingkan 111 anak setiap tim dengan 50 bola. Tanpa wasit untuk menanamkan budaya jujur diri sejak dini.

Sepakbola tidak harus lurus hanya mengejar prestasi. Sepakbola rekreasi adalah sah untuk digelar. Peserta SD Negeri Manahan, SD Negeri Tirtoyoso, SD Negeri Purworejo dan SD Al Fatah. Hadir juga para suporter dan penggembira. Penyelenggaraan dibantu 15 siswa SMA St Yosef sebagai panitia kecil dan bekerjasama dengan Pengelola Stadion Manahan Solo.

”ABG Berbagi Kasih – Bagi Coklat Valentine Karya Sendiri”

Kamis, 14 Pebruari 2008, jam 09.00 – 11.00 di Jalan Slamet Riyadi Solo. Tujuhpuluhan siswa jurusan Tata Boga SMK Marsudirini turun ke jalan. Mereka dengan bekal poster dan coklat membagi kasih dengan membagi-bagi coklat karya mereka.

Mereka ingin merayakan Hari Valentine. Misi lain agar mereka lebih percaya diri bertemu publik, sekaligus mempromosikan produk coklat mereka.

”Selamat Jalan Pak Lambang”

Selasa, 12 Pebruari 2008, jam 12.00 – 12.30 di Museum Radya Pustaka Solo. Kolaborasi OSIS SMA St Yosef dan SD Negeri Sriwedari menggelar doa bersama semoga arwah Pak Lambang Babar Purnomo, Ketua Pokja BP3 dapat diterima di sisi Tuhan.

Sebelumnya mereka membawa aneka poster, foto diri, karangan bunga juga balutan pita hitam di lengan sebagai tanda duka yang mendalam. Siswa diterima badan pengelola museum Radya Pustaka.

Liputan media di : okezone

”Anak SD Belajar Mengenal Bank BCA”

Selasa, 12 Pebruari 2008, jam 08.00 – 10.00 di Bank BCA Solo. Seratusduapuluhan siswa SD Muhammadiyah Kauman Solo meluruk ke bank BCA. Mereka yang terbagi 3 kloter ingin belajar di luar kelas untuk mengenal lingkungan terdekat mereka.

Belajar ke bank dimaksudkan agar mereka tahu seluk-beluk dunia perbankkan, meski dari yang sederhana. Misi lain agar mereka tidak kuper dan lebih percaya diri untuk mengenal dunia luar.

”Aksi Praktek Pembuatan Coklat Valentine – Menebar Kasih”

Senin, 11 Pebruari 2008, jam 08.00 – 12.00 di Dapur SMK Marsudirini Solo. Tujuhpuluihan siswa SMK Marsudirini mencoba praktek menerapkan ilmu pembuatan coklat untuk menyambut perayaan Hari Valentine. Mereka membuat dari awal sampai akhir termasuk mengemas dan menempel tanda hati. Menurut rencana hasil praktek akan dibagikan kepada masyarakat untuk merayakan hari valentine 14 Pebruari 2008.

”Sambut Hari Pers Nasional, Ribuan anak SD Aksi Kliping Koran”

Sabtu, 9 Pebruari 2008, jam 08.00 – 10.00 wib di Taman Bale Kambang Solo. Sekitar 1400 siswa SD dari 11 SD di Solo mengunjungi taman Bale Kambang merayakan Hari Pers Nasional 9 Pebruari.

Photobucket

Mereka selain berwisata juga belajar mendekati media, terutama koran. Mereka dengan busana lucu-lucu, topi, rompi, bando yang terbuat dari kertas koran melakukan karnaval dari sekolah masing-masing yang berjarak mulai 400 m sampai 1500 meter.
Photobucket

Photobucket

Aksi penyusunan kliping bertujuan untuk menanamkan edukasi bahwa media adalah sumber ilmu pengetahuan. Sumbangan media al dari Solopos, Kompas, Berani, Joglo Semar, Wawasan, Suara Merdeka. Pendukung 20 siswa SMK Marsudirini Marganingsih sebagai panitia kecil.

”Pohon Angpau – Wong Jowo Merayakan Imlek”

Kamis, 7 Pebruari 2008, jam l0.00 – 11.00 di Taman Sriwedari Solo. Tahun baru Imlek dirayakan warga Solo secara unik. Bersama warga OI Bento House yang berbusana lurik Jawa khas Solo dan SMK Marsudirini Marganingsih men-dirikan Pohon Angpau di Pohon Beringin Kembar taman Sriwedari dengan aneka hadiah, mulai dari kaos, bingkisan dan roti kering.

Sebelumnya digelar Barongsai dan Liong Kopassus Kandang Menjangan Kartosura. Materi hadiah dan Barongsai partisipasi Panitia Bersama Imlek Kota Solo. Misi ingin memberikan penghormatan, toleransi kepada para etnis Tionghoa. Hadir ribuan pengunjung masyarakat.

”PAUD Mengenal Transportasi – Outing Class to Jogja”

Selasa, 5 Pebruari 2008, jam 07.00 – 17.00, Solo-Jogja PP. Tujuhpuluhan siswa Pendidikan Anak Usia Dini [PAUD] ’Sekar Mekar’ Kadipiro Solo melawat ke Jogja dengan menumpang kereta api Pramek. Mereka belajar mengenal alat transportasi kereta api. Mereka belajar mulai dari membeli tiket, mengenal stasiun dan lintasan rel, juga suasana.

Yang paling unik saat di atas kereta mereka bermain mainan tradisional seperti dakon, mainan karet, petak umpet, dll termasuk yang paling heboh: tarik tambang. Ke Jogja bertujuan ke Taman Pintar dan menikmati keramaian Malioboro untuk berwisata budaya.

”Pembauran – Anak SD Mengunjungi Klentheng”

Senin, 4 Pebruari 2008, jam 09.00 – 10.00 di Kelenteng Solo. Empatpuluhenam siswa SD Negeri 4 Kepatihan mengunjungi Klenteng di sebelah selatan Pasar Gede. Mereka berjalan kaki sekitar l km dari sekolah. Tujuannya ingin mengenal lebih dekat budaya Tionghoa, melalui klentheng untuk menandai momen tahun baru Imlek, yang jatuh 7 Pebruari 2008.

Mereka juga ingin belajar arti perbedaan dan ingin berbaur dengan budaya Tionghoa. Sepulang mereka mendapatkan kado kecil makanan kue kranjang. Pulang melewati tengah Pasar Gede agar tahu hiruk-pikuk sebuah pasar tradisional.

”Pesan Suci dari Solo : Pesta Bola Indonesia Tanpa Amuk Masa”

Minggu, 3 Pebruari 2008, jam 11.00 – 11.30 di Bangjo Jalan Slamet Riyadi Solo. Bersama 6 warga OI Bento House berbusana lurik khas Solo menggelar kampanye mengkritisi penyelenggaraan semi final dan final Liga Indonesia agar berlangsung tanpa amuk masa mulai 6 Pebruari 2008 di Jakarta.

Aksi dilatarbelakangi kerusuhan dan amuk masa di partai 8 Besar yang berlangsung di Kediri dan Solo. Selain poster, banner juga nyanyian lagu milik Iwan Fals berjudul ’Bola’ menyertai kampanye.

”Anak SD Berdoa Bersama untuk Pak Harto”

Jumat, 1 Pebruari 2008, jam 08.00 – 09.00 di Astana Oetara Nayu Solo. Sekitar 120 anak SD perwakilan SD Negeri Nayu Barat 1, 2 dan 3 mengunjungi Astana Oetara Nayu untuk berdoa bersama. Mereka ada yang membawa poster bergambar Pak Harto, juga aneka bunga segar, kesan dan ucapan anak yang dituangkan di kartu karton.

Setelah berdoa yang dipimpin seorang guru Muhtadi, bunga dan kartu dipasang di pintu gerbang astana. Astana Oetara punya ikatan dengan Pak Harto. Astana Oetara pernah disemayamkan kakak kandung dan ayah Ibu Tien Suharto sebelum dipindah ke Astana Giribangun Karanganyar.

”Cinta Kota, Rawat Taman, Cabuti Rumput Liar”

Rabu, 30 Januari 2008, jam 08.00 – 09.00 di Komplek Stadion Manahan Solo. Sekitar 150an siswa SMK Marganingsih Marsudirini Solo jalan-jalan mengenal kota. Selain untuk berolahraga, mereka juga kerja bhakti merawat taman kota dengan mencabuti rumput liar yang tumbuh di sela-sela taman kota.

Misi mereka ingin mengasah kepekaan, kepedulian dan wujud cinta terhadap kotanya. Sisi lain mereka juga ingin belajar di luar kelas dan mencari udara segar. Hadir 20 guru dan kepala sekolah. Jarak sekolah sekitar 3 km.

”Pawai Bendera Setengah Tiang untuk Pak Harto”

Selasa. 29 Januari 2008, jam 09.00 – 10.00 di Kadipiro, Solo. Sekitar 240an siswa SD Negeri Joglo Kadipiro turun ke sawah dengan mem-bentangkan bendera merah putih setengah tiang. Mereka berjalan menyisiri pematang sawah di depan sekolah sepanjang 500 meter.

Sebelumnya mereka juga berdoa bersama memohonkan ampunan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Misi pawai dimaksudkan untuk menanamkan kepekaan, kepedulian dan penghormatan kepada mantan Presiden RI Soeharto.

”Aksi Sapu Jalan – ’Jalan Terang’ untuk Pak Harto”

Senin. 28 Januari 2008, jam 08.00 – 10.00 di Jalan Adi Sucipto Solo. Sekitar 100an siswa SMA St Yosef Solo ikut berduka atas wafatnya Pak Harto. Selain menyambut kedatangan iringan jenazah Pak Harto, diantara mereka juga beraksi menyapu jalan dengan menggunakan sapu lidi mengikuti tradisi Jawa dalam upacara melepas jenazah.

Aksi dimaksudkan untuk memberikan dalan padang - jalan terang - bagi Pak Harto. Mereka juga membentangkan aneka koran yang meliput kepergian Pak Harto.

”Lilin Duka Cita Pak Harto Wafat”

Minggu, 27 Januari 2008, jam 19.30 – 20.30 di Bunderan Gladag Solo. Bersama sekitar 20 warga Solo menggelar aksi penyalaan lilin di bawah tugu Monumen Slamet Riyadi Gladag Solo. Mereka mendekap poster bergambar Pak Harto. Warga yang terlibat al dari OI Bento House dan Karang Taruna Tegalrejo Sangkrah yang mengenakan baju serba hitam.

Misi ingin unjuk duka cita atas kepergian selamanya Pak Harto. Penyalaan lilin dimaksudkan semoga Pak Harto mendapatkan jalan terang dan dibukakan pintu maaf selebar-lebarnya.

”Anak SD Kendurian Syukur Pembangunan Sekolah”

Jumat, 25 Januari 2008, jam 08.00 – 10.00 di SD Negeri Nayu Barat 1 Solo. Sekitar 150an siswa SD Negeri Nayu Barat 1 beraksi unik mensyukuri rampung rehab sekolah mereka yang nyaris roboh. Mereka menyelenggarakan kendurian, potong tumpeng hasil ’urunan’ para guru.

Mereka berdoa bersama, baca puisi dan makan tumpeng menandai rasa syukur mereka. Hadir Ketua Komite Sekolah dan kepala sekolah SD tetangga.

”Persik Kediri Peduli Korban Banjir”

Jumat, 18 Januari 2008, jam l6.30 – 17.00 di Stasiun Sangkrah Solo. Memanfaatkan saat jeda tim Persik Kediri di Solo dalam rangka 8 Besar Liga Indonesia. Mengundang Tim Persik Kediri untuk mempedulikan para korban banjir.

Mereka full team hadir di Kampung Sangkrah untuk berbagi suka, peduli, jumpa fans dan memberi 5 kwintal beras. Sisi lain mereka juga ingin menghibur masyarakat. Hadir seribuan warga Sangkrah, mulai anak-anak sampai orang dewasa.


”Anak SD Sambut Selamat Datang Persik Kediri dan Persija Jakarta”

Rabu, 16 Januari 2008. jam 07.00 – 09.00 di Stadion Manahan Solo. Limapuluhan siswa SD Pangudi Luhur 3 Solo berbondong-bondong kunjungi stadion Manahan Solo menyambut kedatangan tim hebat Persija Jakarta dan Persik Kediri yang sedang beruji lapangan 8 Besar Liga Indonesia.

Mereka membawa aneka poster tangan dengan aneka teks, mulai Selamat datang, Sugeng Rawuh, Fair Play Please, Junjung Sportivitas, Solo Ramah, Solo Hangat dll.

Mereka ingin semua tim yang berlaga dapat berlaku fair play dan menjunjung tinggi sportivitas. Sisi lain mereka juga ingin kenal lebih dekat para punggawa bola tanah air yang selama ini hanya dikenal lewat media, juga ingin membuktikan bahwa Solo adalah kota yang ramah, hangat dan peduli. Mereka berjalan kaki sekitar 1 km.

”Selamat Datang di Solo - Persija, Persipura, Persik, Deltras”

Minggu, 13 Januari 2008, jam l0.00 – 10.30 di Bunderan Patung Obor Manahan Solo. Menggandeng Perkumpulan Putra-Putri Solo, Warga OI Bento House menggelar kampanye ’selamat datang di Solo’ tim 8 Besar Liga Indonesia yang akan bertanding di Kota Solo, 17-21 Januari 2008.

Misi ingin membuktikan keramahan, kehangatan dan kepedulian publik Solo terhadap ribuan suporter dan tim liga yang akan hadir di Solo yang didudukkan sebagai ’tamu agung’ kota. Juga berharap pertandingan berlangsung fair, aman, damai tanpa amuk masa.

”Sambut Pembukaan, Anak SD Bersih-bersih Museum”

Jumat, 11 Januari 2008, jam 08.30 – 10.00 di Museum Radya Pustaka Solo. Banyak cara untuk mempedulikan keberadaan museum. Menyongsong pembukaannya kembali, sekitar 20an siswa SD Negeri Sriwedari punya aksi unik.


Mereka berbondong-bondong jalan kaki berjarak sekitar 500an meter untuk bekerja bhakti membersihkan museum.


Jumat, 11 Januari 2008, jam 08.30 – 10.00 di Museum Radya Pustaka Solo. Banyak cara untuk mempedulikan keberadaan museum. Menyongsong pembukaannya kembali, sekitar 20an siswa SD Negeri Sriwedari punya aksi unik.

Mereka berbondong-bondong jalan kaki berjarak sekitar 500an meter untuk bekerja bhakti membersihkan museum.

Berawal dari pagar besi luar, mereka memasuki area dalam untuk melap meriam, patung dll koleksi museum. Selain kerja bhakti mereka juga membentangkan aneka poster kecil berteks Museum Sahabat Anak, Museum Sumber Ilmu, Selamatkan Museum.

”Unta Rayakan Tahun Baru Hijjriyah”

Kamis, 10 Januari 2008, jam 10.00 – 11.00 di Taman Satwa Taru Jurug Solo. Datangnya tahun baru Hijjriyah dirayakan bersama binatang unta. Unta koleksi TSTJ hadir di halaman depan diarak bersama 30an siswa Madrasah Aliyah Negeri I yang tampil dengan tim hadrah mereka.

Misi untuk memberikan kesegaran dan keragaman dalam menyambut tahun baru. Solo terbiasa dikenal dengan arakan kerbau Kyai Slamet. Misi lain ingin menghibur masyarakat yang sedang berlibur di TSTJ. Pendukung acara dua relawan OI Bento House.

”Songsong Tahun Baru Hijjriah, Anak SD Ngecat Tembok Masjid”

Selasa 8 Januari 2008, jam 08.00 – 09.00 di Masjid Al Wustho Solo. Seratus empat puluh satu siswa turun ke masjid. Mereka dengan bekal cat tembok, kwas, skraf juga gombal bekerja bhakti mengecat tembok pagar masjid.

Mereka adalah siswa kelas 6 SD Muhammadiyah I Solo menandai datangnya tahun baru Hijjriah dengan cara yang sangat berbeda dan edukatif.

Mereka pengin masjid tampak lebih bersih dan segar. Misi ajarkan bekerja dan aksi riel mencintai masjid yang setiap harinya mereka gunakan untuk sembahyang. Lokasi masjid bersebelahan dengan sekolah mereka.

”Pencanangan 2008 Tahun Kerja Keras”

Selasa, 1 Januari 2008, jam 09.00 – 10 di Pasar Gede Solo. Sekitar 20an relawan hadir menyuarakan pencanangan. Mereka al warga OI Bento House, Mahasiswa Sastra UNS, Nirwana dan Gajahmada Barbel Club.

Tahun kerja keras menyikapi masih banyaknya musibah, malapetaka dan cobaan yang mendera negeri dan bangsa ini di sepanjang tahun 2007.

Aksi nyanyi, baca puisi dan teatrikal para binaraga dengan mem-bentangkan poster untuk menebar semangat dan inspirasi perlunya lebih kerja keras. Acara diramaikan pembacaan puisi spontanitas oleh pengemudi becak.